PENEGAKAN HUKUM HAK CIPTA COMPACT DISK (CD) BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 19 TAHUN 2002 TENTANG HA

Tanggal: Kamis / 13 Juli 2017
penegakan-hukum-hak-cipta-compact-disk-cd-berdasarkan-undangundang-nomor-19-tahun-2002-tentang-ha

Oleh: Yusuf Daeng

Dosen Fakultas Hukum Universitas Lancang Kuning

 Jl. Yos Sudarso Km 08 Rumbai Pekanbaru

Email: yusuf_daeng@gmail.com   

 

 Abstrak    

Hak cipta muncul di negara‑negara Barat bersamaan dengan munculnya masyarakat industri yang corak masyarakatnya mengedepankan hak‑hak individu dan berwatak kapitalistik.Berbeda dengan masyarakat Indonesia yang corak masyarakatnya mengedepankan nilai‑nilai kebersamaan. Di Indonesia, pemilik karya tidak mempermasalahkan karyanya ditiru oleh orang lain, bahkan merasa diuntung­kan hasil karyanya disebarluaskan. Di samping itu, pemahaman masyarakat terhadap hak kekayaan intelektual masih sangat rendah. Kenyataan inilah yang mengakibatkan banyaknya pelanggaran hak cipta di Indonesia, termasuk di Pekanbaru. Penelitian ini bersifat penelitian hukum sosiologis, yaitu memperoleh data langsung ke lapangan dalam bentuk wawancara dan kuisioner. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penegakan hukum hak cipta compact disc (CD) bajakan masih menemui kendala di Pekanbaru. Hal ini disebabkan faktor harga, kebutuhan akan lapangan kerja, masyarakat yang tidak mementingkan kualitas, lemahnya aspirasi dan mental penegak hukum, kurangnya sarana yang mendukung penegakan hukum, dan kurangnya pembinaan dan pengawasan. Kendala tersebut disebabkan aparat penegak hukum jarang melakukan razia, sanksi terlalu ringan sanksi, dan rendahnya pemahaman pedagang compact disc (CD) mengenai Undang-undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta. Untuk mengatasi kendala tersebut, maka ada dua upaya yang harus dilakukan, yakni preventif dan refresif. Upaya preventif dilakukan dengan cara penyuluhan hukum, seminar, dan workshop terhadap pedagang dan masyarakat mengenai hak cipta. Mereka harus diberikan pemahaman agar menghargai ciptaan orang lain yang telah menciptakan karya dengan mencurahkan tenaga, pikiran, dan biaya yang tidak sedikit. Upaya represif dilakukan dengan cara melakukan razia kepada pedagang cipta compact disc (CD) bajakan secara berkelanjutan sehingga menimbulkan efek jera kepada para pedagang.