KEWENANGAN PENYELESAIAN KASUS KHALWAT MELALUI PERADILAN ADAT DI ACEH

Tanggal: Kamis / 13 Juli 2017
kewenangan-penyelesaian-kasus-khalwat-melalui-peradilan-adat-di-aceh

Oleh: Teuku Muttaqin Mansur, Hamdani Zainal Abidin,Faridah Jalil, Jasri Jamal. Alamat Bangi, Selangor, Malaysia. Email: t_muttaqien@yahoo.com, hamdon_mutiara@yahoo.com Khalwat adalah perbuatan yang dilakukan oleh dua orang yang berlawanan jenis, tanpa ikatan pernikahan pada tempat tertentu yang sepi yang memungkinkan terjadi perbuatan maksiat seksual atau yang berpeluang pada terjadi perbuatan perzinaan. Kajian ini bertujuan untuk menjelaskan kewenangan penyelesaian kasus khalwat melalui peradilan adat di Aceh khususnya yang terjadi di Kota Banda Aceh dan Kota Lhokseumawe dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Data diperoleh dengan wawancara dan penelusuran dokumen. Peradilan adat memiliki kewenangan dalam penyelesaian kasus khalwat akan tetapi sanksinya tidak terlalu memberikan efek jera kepada pelaku sehingga dikhawatirkan pelaku khalwat akan terus  bertambah. Untuk itu, disarankan kepada intansi terkait supaya mengadakan instrumen hukum yang sesuai dengan kenyataan dalam masyarakat sehingga kemaksiatan berkurang.